Saturday, January 21, 2012

Saat Surfing Tutorial Membuat Website...

Shinta : "Rama, kamu udah berubah!"
Rama : "Maafkan aku Shinta.."
Shinta : "Kamu udah berubah, jarang sms aku lagi!"
Rama : "Maaf Shinta... aku sering kehabisan pulsaaaa!"
Shinta : "Banyak alesan! Cepetan register Free SMS di website babastudio, SEKARANG!!!"

Wednesday, January 4, 2012

SELAMAT TAHUN BARU

Semoga kebaikan selalu membayangi tiap detik dan hari sepanjang tahun 2012 untuk kita semua


Saturday, May 14, 2011

Little Down Town =- BLITAR -=

Hmm baru kepikiran, kenapa tidak tulis artikel ini dari pertama ya (tidak apa-apa lah repost) hehehe..
Saya tidak akan menguraikan panjang lebar tentang sejarah kota ini, sudah banyak artikel tetangga yang komplit memuat tentang Blitar, berikut linknya:


 - http://kharismacinta.blogspot.com/2010/05/tentang-kota-blitar.html
 - http://rapi-nusantara.net/profile/kota-blitar.html
 - http://kriswidianto.blogspot.com/2010/11/blitar-kutho-cilik-nan-damai.html


Sebagaimana link ke-3 bilang, bahwa Blitar adalah kota kecil yang damai, saya sangat setuju.
Suatu hari saya pernah travel dari Malang ke Blitar dan kebetulan sebelah saya adalah seorang wanita muda cantik yang bekerja di dinas walikota blitar (kalau tidak salah dia asli Solo dan lulusan Brawijaya). Pernah dia ketika pulang ke kosnya sepulang kerja naik beca dan mengobrol sepanjang perjalanan dengan bapak beca tersebut. Kurang lebih mungkin dialognya seperti ini (bisa jadi sebenernya dialognya pake krama inggil ^^!) :



Friday, April 15, 2011

Next...

Tenggarong - Samarinda - Balikapapan - Banjarmasin - Tanjung (hmmmm...)

Saturday, April 2, 2011

Kedamaian

Di tepian jalan Panglima Suryanata Samarinda, sedang mencari makan malam. Saya memutuskan mampir sejenak ke penjual martabak dan terang bulan untuk membeli cemilan. "Coklat keju satu pak!".
Setelah beberapa menit.. terang bulan saya sudah siap untuk disantap, bungkus dan bayar. Saya mengambil uang di saku celana dan ketika akan membayar... ada anak kecil (mungkin umurnya sekitar 5-6 tahun) didepan saya dan ternyata dia adalah anak dari bapak penjual terang bulan tersebut, saya-pun membayar dan anak tersebut yang menerima uangnya. Anak itu lalu memberikan uang kepada bapaknya dan berkata, "Yah ini yah...       buat ditabung ya Yah...    buat beli mobil!", sambil mengeluarkan uang kembalian ayahnya berkata "Ya...".
Pada saat itu saya hanya bisa berkata dalam hati "Amin ya Allah." Saya tersenyum kepada anak dan bapak tadi sambil berpamitan, "Terima kasih pak!". (belum pernah saya merasakan hal sedamai itu ketika melihat harapan anak tersebut yang begitu besar,  anak ini telah memiliki impian dan cita-cita... ).
Saya melihat kedamaian di dunia ini ada di wajah-wajah anak kecil, orang-orang lansia dan alam jagad...